Kasih Tak Sampai 'Dona dan Nevo'
Tiba-tiba tergambar jelas di benakku tempat kos jaman kuliah di Jogja dulu. Rumah sederhana yang sejatinya adalah paviliun dari rumah di sebelahnya itu, menyimpan banyak kenangan selama tiga tahun aku kos di sana. Ada 7 kamar yang dihuni 7 cewek2 beraneka karakter, plus....1 cewek bernama Dona.Jangan kaget, Dona yang jadi karakter utama dalam cerita ini, adalah seekor gukguk yang merupakan blasteran gukguk ceper dan gukguk kampung (sok tau jenis2 gukguk nih). Jadinya secara body si Dona ini pendek tapi badannya panjang. Bulunya item dan gondrong, montok, imut, manja dan posesif banget ama pemeliharanya, mbak Memei.
Dona, oleh mba Memei ga pernah dibiarkan keluar rumah sendiri, karena trauma dengan kejadian yang menimpa si Iteng (gukguknya terdahulu) yang mati karena keracunan usai jalan-jalan pagi.
Dona ga pernah makan tulang, makananya nasi dicampur ati ayam yang dimamah terlebih dulu oleh mba Memei. Dan kalau terpaksanya dikasi ikan, Dona bakal dipilihin ikan yang sudah berpisah dengan tulangnya, seperti bandeng presto atau lele yang tulangnya satu ruas (jadi mudah dipisahkan).
Dona itu gukguk cewek yang tertib, yang kalau pipis selalu ke halaman belakang. Punya bantal dan boneka pribadi, yang kalau tidur tanpa dua benda itu dia bakalan ngamuk2 semalaman. Kalau mba Memei abis pergi2, Dona pasti akan mengendus2nya, dan ngamuk ga karuan kalau ternyata tercium bau gukguk lain di mba Memei. Cemburu ni ceritanya...
Duuuh...jadi kangen Dona dan mba Memei. Layaknya ke7 cewek penghuni kos2an itu, Dona juga mengalami menstruasi lo tiap bulannya. Sama seperti pada manusia (ga usah dibayangkan yaa...) si Dona juga mengeluarkan darah. Sayangnya, karena ga pake pembalut, darahnya kececer di beberapa tempat di halaman belakang.
Di usianya yang beranjak remaja (3 tahun yak?) Dona berhasil memikat hati Nevo, gukguk pak RT :D Tapi sayang kisah cinta mereka tragis, karena Dona dilarang kawin oleh mba Memei (kita protes ke mba Memei karena merenggut hak Dona untuk meneruskan keturunan).
Nevo dan keluarga pak RT ngebet banget biar Dona bisa kawin ama Nevo yang lebih body-nya ceper dibanding Dona, tapi bulunya sama2 item. Mereka sangat ingin melihat keturunan Dona-Nevo, yang mereka yakin pasti lucu banget.
Kalau jalan2, Nevo selalu lewat depan kos kita, dan Dona selalu tau kalau Nevo lagi lewat. Maklum...Nevo sepertinya memanggil merdu ke Dona, yang sering nangkring di ruang tamu kos.
Di suatu sore... berlangsung drama memilukan antara Dona dan Nevo. Usai jalan2 sore, Nevo ga langsung pulang ke rumah pak RT, tapi malah ngapelin Dona di kos kami. Dona cuma bisa melongok dari jendela kaca yang tertutup rapat, dan mengorek2kan kuku tangannya ke daun pintu yang terkunci.
Nevo ga bisa masuk, Dona juga ga bisa keluar. Intinya mereka terpisahkan. Dan drama itu berlangsung hingga usai Mahgrib. Meski langit mulai gelap, keduanya masih saling mengaung meski terpisah dinding dan daun pintu.
Dan kami semua....oleh mba Memei dilarang keras membukakan pintu untuk mereka.
Sampai akhirnya, bu RT menjemput Nevo, setelah kebingungan mencari2 Nevo di berbagai tempat. Dona pun kembali ke ruang tengah, dan kami semua bisa merasakan pilu hatinya. Dona tampak lesu...hingga malam datang, dia akhirnya tertidur... Sepertinya dia berharap bisa ketemu Nevo dalam mimpinya malam itu.
Kisah cinta Dona - Nevo sepertinya tidak menunjukkan sinyal akan membaik. Dona yang sehari2 menghabiskan waktu dengan saling mencintai dengan mba Memei, tampaknya tak bisa melupakan Nevo. Meski drama memilukan itu tak pernah terulang lagi, tapi mereka selalu bertegur sapa saat Nevo lewat di depan kos. Dona pun dengan riang menggonggong sambil mengibaskan ekornya dan lari berputar-putar.
Terakhir melihat Dona adalah ketika mba Memei pulang ke kampung halamannya di Kudus. Dona pun dibawa serta. Aku lupa apakah dia sempat berpamitan dengan Nevo.
Ah Dona... di Kudus sana, apakah kamu masih mengenang Nevo? Atau larut bermain dengan gukguk mba Memei yang lain?
Miss U Dona...
